Arsip untuk Juli 1, 2007




Pengawasan Tekanan Darah Cegah Pre eklampsia

Pre eklampsia atau yang sering disebut dengan Toksemia Gravidarum atau keracunan dalam kehamilan, merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada ibu hamil di Indonesia. Gejala yang dapat ditemukan pada penderita pre eklampsia adalah tekanan darah yang meningkat, pembengkakan pada tungkai dan ditemukannya protein dalam air seni. Bila keadaan ini tidak diatasi, maka sang ibu akan jatuh ke dalam keadaan Eklampsia, yang berakibat kejang, suatu kondisi yang dapat membahayakan jiwa ibu maupun janin dalam kandungan.

Peningkatan tekanan darah baik dalam nilai sistolik (nilai atas pengukuran) maupun dalam nilai diastolik (nilai bawah pengukuran), merupakan suatu prediksi penting akan kemungkinan terjadinya suatu komplikasi yang serius dalam pre eklampsia. Tapi nilai sistolik lebih bermakna, karena nilai tekanan sistolik yang sangat tinggi merupakan tanda waspada yang lebih bermakna untuk seorang wanita untuk mengalami stroke dalam pre eklampsia atau menjadi eklampsia, dibanding dengan nilai tekanan diastolik yang sangat tinggi.

Hasil tersebut merupakan hasil penelitian dari para ahli di Amerika Serikat dari analisa riwayat kasus dari 28 orang wanita yang menderita stroke yang berhubungan dengan pre eklampsia atau eklampsia.

Dari 28 wanita tersebut, hanya tiga orang yang mempunyai nilai diatolik yang lebih besar atau sama dengan 110 mmHg sebelum terjadinya stroke. Sedang 23 orang wanita mempunyai tekanan sistolik yang sama atau lebih besar dari 160 mmHg. Seluruh wanita tersebut mempunyai tekanan sistolik yang lebih dari 155 mmHg.

Wanita yang mengalami pre eklampsia berat dan eklampsia dengan tekanan sistolik yang tinggi (lebih tinggi dari 160 mmHg), akan berisiko tinggi untuk mengalami stroke. Oleh karena itu dianjurkan untuk segera mendapat pengobatan dan pengawasan khusus, perawatan intensif dan pengobatan untuk menurunkan tekanan darahnya dalam mencegah terjadinya stroke. Demikian anjuran dari para ahli. Sedang tes deteksi pre eklampsia, baru akan tersedia beberapa tahun lagi.

Sumber: Jurnal Obstetrics & Gynecology

Add comment Juli 1, 2007

Tips Pencegahan Toxoplasmosis – Kehamilan

Tips pencegahan toxoplasmosis – kehamilan. Seperti kita ketahui bahwa infeksi toxoplasmosis pada kehamilan dapat berbahaya dan menginfeksi bayi dalam kandunganya juga dengan berbagai komplikasi yang berbahaya, maka pencegahan adalah yang terbaik daripada mengobati.

Beberapa tips pencegahan terhadap toxoplasmosis secara umum dan selama kehamilan :

  • Sebaiknya bila anda merencanakan kehamilan maka konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan test Toxoplasmosis sebelum kehamilan anda, tujuanya bila memang anda positif terinfeksi, maka dapat dilakukan pengobatan yang optimal sebelum memasuki kehamilan anda.

  • Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah matang.

  • Bersihkan dan cucilah dengan baik buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan.

  • Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.

  • Jangan minum susu UNPASTEURIZED dari hewan..

  • Bila anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya, bila anda sedang hamil.

  • Pakailah sarung tangan bila anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.

  • Untuk anda yang memelihara kucing :

    • Bila anda memelihara kucing, maka saat anda mencoba untuk hamil atau sedang hamil, serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya.

    • Bersihkanlah kotoran kucing anda setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan cucilah tangan anda setiap selesai membersihkan.

    • Cucilah tangan setiap selesai bermain dengan kucing anda

    • Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman anda.

    • Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing anda.

    • Periksakanlah ke dokter hewan bila anda melihat bahwa kucing anda terdapat tanda-tanda sakit.

    • Kucing yang dipelihara didalam rumah, yang tidak diberi daging mentah, dan tidak menangkap burung atau tikus, biasanya tidak terinfeksi.

© Dr.Suririnah-www.infoibu.com

Add comment Juli 1, 2007

Tips Mengatasi Kesulitan Tidur Selama Kehamilan

Ketika usia kehamilan bertambah, maka kesulitan tidur yang nyaman akan menjadi keluhan yang sering pada ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu karena keadaan perut yang semakin membesar, gerakan bayi dalam kandungan, rasa tak enak didaerah ulu hati, dsb. Semua hal ini menyebabkan ibu hamil kesulitan untuk tidur dengan nyaman di malam hari. Ketika anda merasa tidak dapat tidur dengan nyenyak maka anda berfikir bagaimana dengan bayi dalam kandungan anda? Jangan kuatir !— Para pakar menyatakan bahwa meskipun istirahat sebanyak mungkin adalah hal yang paling ideal, tapi kurang tidur saat kehamilan tidak akan membahayakan bayi anda.

Beberapa Tips yang dapat anda coba lakukan untuk membantu anda tidur lebih nyaman :

  • Carilah posisi tidur yang nyaman untuk anda.

Faktor yang terpenting untuk dapat tidur dengan nyaman adalah menemukan posisi tidur yang terbaik untuk anda. Posisi tidur terbaik yang dianjurkan selama kehamilan adalah posisi tidur miring ke sisi kiri anda, hal ini dapat membantu mengoptimalkan aliran darah oksigen dan nutrisi ke plasenta. (Baca artikel : Berbagai Posisi Tidur Ibu Hamil & Apa Pengaruhnya?)

  • Mandi dengan air hangat.

Basuhlah tubuh anda dengan mandi air hangat (jangan terlalu panas) dengan sabun yang wangi dan rasa segar akan membantu anda siap untuk tidur.

  • Hindari makan terlalu banyak saat menjelang tidur.

Saat hamil seringkali anda merasa ingin makan sesuatu saat malam hari tapi hati – hatilah karena bila keinginan untuk makan itu datang di waktu malam hari karena dapat mempengaruhi tidur anda. Cobalah untuk menghindari makan yang banyak atau terlalu kenyang saaat menjelang tidur. Anda dapat mengantinya dengan snak yang ringan atau segelas susu hangat.

Hal ini untuk mengurangi rasa tak enak di daerah ulu hati / perut anda yang juga akan dapat mempengaruhi saat tidur anda. (Baca artikel : Gejala dan keluhan selama kehamilan anda)

  • Minum segelas susu hangat

Minum segelas susu hangat akan membantu anda untuk dapat tidur hal ini didasarkan susu mengandung asam amino tryptophan yang meningkatkan kadar serotonin dalam otak yang akan membantu anda untuk dapat tidur.

  • Musik …musik…

Dengarkanlah musik yang dapat memberikan ketenangan dan rasa rileks pada anda. Pilihlah musik apapun yang penting dapat memberikan ketenangan buat anda. Dengan merasa tenang dan rileks akan mudah untuk anda untuk tidur lebih nyaman.

  • Hubunga seks ?

Melakukan hubungan seksual dengan pasangan anda juga dapat merupakan salah satu cara yang baik untuk memberikan rileks dan santai buat anda. Tapi bila anda merasa ‘ Tidak Ingin” melakukan hal ini, mintalah pasangan anda untuk memberikan pijatan secara lembut sehingga anda akan merasa lebih rileks dan perasaan bahagia karena diperhatikan / dimanjakan.

  • Latihan menarik nafas.

Latihan menarik nafas dalam yang teratur dapat menolong mengurangi ketegangan otot dan membantu anda untuk tidur lebih baik.

Carilh posisi yang nyaman buat anda, duduk, berdiri ataupun berbaring, lalu tariklah nafas melalui hidung secara perlahan lalu tahan nafas selama 1-2 detik dan keluarkan nafas melalui mulut secara perlahan lakukan beberapa kali.

  • Beristirahat selagi anda dapat.

Selalu beristirahatlah selagi ada kesempatan untuk beristirahat.

Ini adalah beberapa tips buat anda untuk dapat membantu tidur malam yang lebih nyaman. Ingatlah bahwa gangguan tidur adalah keluhan yang umum selama kehamilan. Bersabarlah dan jadikanlah sebagai salah satu pengalaman indah dalam kehamilan anda ini dan semuanya akan terbayarkan dengan lahirnya si buah hati .

© Dr.Suririnah-www.infoibu.com

Add comment Juli 1, 2007

Placenta-previa: Plasenta bisa pindah?

Placenta kok bisa jalan-jalan ya Bu ? Aneh bener hehehe … Ini topik menarik sejak saya kuliah dulu.

Secara sederhana, rahim berbentuk segitiga terbalik, atau bisa juga dibayangkan seperti daun waru (clover) terbalik dengan tangkai di bawah. Bagian “tangkai” ini berbentuk seperti tabung atau corong (dikenal sebagai leher rahim) dengan ujung terbuka (dikenal sebagai mulut rahim).

Normalnya plasenta terletak di bagian fundus (bagian puncak/atas rahim), bisa agak ke kiri atau ke kanan sedikit, tetapi tidak sampai meluas ke bagian bawah apalagi menutupi jalan lahir.

Patokan jalan lahir ini adalah ostium uteri internum (disingkat OUI, yaitu mulut rahim bila dilihat dari bagian dalam rahim). Kalau dilihat dari luar – dari arah vagina – disebut ostium uteri eksterum.

Placenta-previa artinya “plasenta di depan” (previa=depan). Artinya, plasenta berada lebih “depan” daripada janin yang hendak keluar. Angka kejadiannya sekitar 3-6 dari 1000 kehamilan.

Terhadap jalan lahir ada 4 kemungkinan jenis plasenta previa :

1. Placenta previa totalis, bila plasenta menutupi seluruh jalan lahir. Pada posisi ini, jelas tidak mungkin bayi dilahirkan per-vaginam (normal/spontan/biasa), karena risiko perdarahan sangat hebat.

2. Placenta previa partialis, bila hanya sebagian/separuh plasenta yang menutupi jalan lahir. Pada posisi inipun risiko perdarahan masih besar, dan biasanya tetap tidak dilahirkan melalui per-vaginam.

3. Placenta previa marginalis, bila hanya bagian tepi plasenta yang menutupi jalan lahir. Bisa dilahirkan per-vaginam tetapi risiko perdarahan tetap besar.

4. Low-lying placenta (plasenta letak rendah, lateralis placenta atau kadang disebut juga dangerous placenta), posisi plasenta beberapa mm atau cm dari tepi jalan lahir. Risiko perdarahan tetap ada, namun bisa dibilang kecil, dan bisa dilahirkan per-vaginam dengan aman, asal hat-hati.

(kadang dokter memperkirakan risiko perdarahan sehingga dibutuhkan persiapan darah transfusi pada persalinan. Silakan baca ulang tentang mendapatkan persiapan darah transfusi ini di topik “mengapa darah transfusi terlambat”).

Diagnosa ini mulai dipastikan sejak kira-kira umur kehamilan 26-28 minggu, dimana mulai terbentuk SBR (Segmen Bawah Rahim). Dengan terbentuknya SBR, leher rahim yang semula masih berbentuk seperti corong (lihat gambar di pojok kanan atas), akan mulai memipih, untuk nantinya saat menjelang persalinan mulai membuka (sudah biasa mendengar “pembukaannya sudah berapa cm” begitu kan?)

Dari perubahan inilah bisa terjadi plasenta “berpindah” atau lebih tepatnya bergeser secara relatif menjauhi jalan lahir, seolah-olah bergerak ke atas. Itulah sebabnya, sebelum masuk trimester terakhir, sekitar 28 minggu/7 bulan, dibiarkan saja dulu asal tidak terjadi perdarahan yang tidak bisa dikendalikan. Diharapkan nanti setelah 7 bulan, beruntung bisa “pindah” ke atas seperti penjelasan sebelumnya.

Tentu saja, penilaian paling optimal dan menentukan adalah saat mendekati persalinan, untuk memastikan benar-benar dimana posisi plasenta. Itulah mengapa, keputusan cara persalinan bisa berubah di menit-menit terakhir.

Begitu pula, jangan lantas menyebut bahwa diagnosa placenta-previa pada usia kehamilan muda dianggap “positif palsu”. Setelah membaca tulisan ini, sudah tahu bukan mengapa demikian?

Apa sih sebabnya terjadi kelainan tempat plasenta ? Bisa karena kelainan bawaaan pada bentuk rahim, adanya tumor rahim, atau bekas operasi sebelumnya yang meninggalkan jaringan parut di rahim. Bisa sebabnya faktor rahim : kehamilan ganda/kembar, ada kelainan bawaan rahim. Tidak ada hubungannya dengan saat hamil naik turun tangga atau banyak jungkir balik misalnya.

Tindakan ditentukan oleh jenis plasenta previanya. Biasanya ditunggu sampai sekitar 7 bulan untuk memastikan benar dimana posisi plasenta. Karena itu, walau Ibu hamil tidak “nungging”, kalau dasarnya memang bukan tipe previa ya tetap akan “bergeser” ke atas.

Risiko dari kelainan posisi ini, paling utama tentu perdarahan. Perdarahan bisa terjadi menjelang/saat persalinan. Ini dihindari/diantisipasi dengan penentuan cara persalinan operatif.

Bisa terjadi perdarahan saat mulai terjadi pembentukan segmen bawah rahim, dimana ada bagian plasenta yang “robek” oleh pergeseran jaringan di sekitar mulut rahim. Bila ini terjadi, yang terganggu adalah kesejahteraan janin, dan bisa juga memicu persalinan prematurus.

Bisa juga terjadi perdarahan oleh tekanan kepala janin saat mulai memasuki segmen bawah rahim sebagai persiapan menuju persalinan.

Apa yang menjadi faktor risiko plasenta-previa?

1. Wanita lebih dari 35 tahun, 3 kali lebih berisiko.
2. Multiparitas, apalagi bila jaraknya singkat. Secara teori plasenta yang baru berusaha mencari tempat selain bekas plasenta sebelumnya.
3. Kehamilan kembar.
4. Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim sehingga mempersempit permukaan bagi penempelan plasenta.
5. Adanya jaringan parut pada rahim oleh operasi sebelumnya. Dilaporkan, tanpa jaringan parut berisiko 0,26%. Setelah bedah sesar, bertambah berturut-turut menjadi 0,65% setelah 1 kali, 1,8% setelah 2 kali, 3% setelah 3 kali dan 10% setelah 4 kali atau lebih.
6. Adanya endometriosis (adanya jaringan rahim pada tempat yang bukan seharusnya, misalnya di indung telur) setelah kehamilan sebelumnya.
7. Riwayat plasenta previa sebelumnya, berisiko 12 kali lebih besar.
8. Adanya trauma selama kehamilan.
9. Kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol.

Selain placenta previa, ada juga perdarahan akibat solusio plancentae. Terjadi bila penempelan plasenta di tempat yang normal tetapi terlepas dari dinding rahim. Penyebab terlepas bisa karena perubahan anatomis/tumor pada rahim, karena tali plasenta pendek sehingga tertarik oleh gerakan janin, atau karena daya dukung plasenta memang sudah sangat berkurang, sehingga rapuh.

Akibatnya terjadi perdarahan. Secara mudah, pada placenta previa perdarahan tidak diikuti nyeri perut. Tetapi pada solusio plasenta, perdarahan diikuti nyeri perut yang hebat.

Karena itu, posisi plasenta adalah salah satu hal yang penting diperiksa saat menjalani USG. Ini lebih penting daripada soal apa jenis kelaminnya (bukan berarti nggak boleh lho ya nanya jenis kelamin, hanya rasional dong, mana yang lebih penting seharusnya didahulukan).

Salam hangat untuk janin Anda …

Add comment Juli 1, 2007

Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil Muda (Morning Sickness)

Apa itu Morning sickness ? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan).

Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum).

Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!


Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan:

• Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.

• Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll

• Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.

• Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.

• Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.

• Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.

• Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.

• Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.

• Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)

Ingat! Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).

Percayalah Morning sickness atau mual muntah pada kehamilan awal ini akan segera berlalu tanpa anda sadari dan ini akan menjadi salah satu pengalaman menarik selama kehamilan anda—bayangkan saja tentang si kecil yang akan segera hadir membawa sejuta kebahagian.:)

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

Add comment Juli 1, 2007

Tips Mengatasi Konstipasi Atau Susah Buang Air Besar Saat Hamil.

Konstipasi atau susah buang air besar merupakan keluhan yang sering selama kehamilan. Mengapa keluhan ini terjadi selama kehamilan? dan bagaimana tips mengatasinya? …. Mengapa terjadi konstipasi atau susah buang air selama kehamilan adalah karena: * Peningkatan dari hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus kurang efisien. * Pada kehamilan trimester ketiga dimana perut sudah membesar, konstipasi ditambah oleh penekanan rahim yang membesar di daerah perut. * Tablet Zat Besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya menyebabkan masalah konstipasi ini juga, selain itu tablet zat besi akan menyebabkan warna feses(tinja) anda kehitaman, jadi jangan kuatir. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatasi keluhan konstipasi selama kehamilan ini? Ikuti beberapa tips mengatasi konstipasi atau susah buang air besar selama hamil: * Minum yang cukup 6-8 gelas sehari. * Makanlah makanan yang berserat tinggi seperti sayuran & buah-buahan. * Lakukan olahraga ringan teratur seperti berjalan (joging). * Konsultasikan ke dokter anda bila anda tetap sulit buang air besar, setelah mencoba melakukan tips ini. © Dr.Suririnah-www.infoibu.com

Add comment Juli 1, 2007

Perawatan Payudara Selama Kehamilan.

Perawatan payudara selama kehamilan anda adalah salah satu bagian penting yang harus anda perhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya. Saat kehamilan payudara akan membesar dan daerah sekitar putting akan lebih gelap warnanya dan juga lebih sensitive. Semua ini terjadi untuk persiapan tubuh ibu hamil untuk memberikan makanan pada bayinya kelak.

Beberapa tips perawatan payudara selama kehamilan:

  • Bila BH anda sudah mulai terasa sempit, sebaiknya mengantinya dengan bh yang pas dan sesuai dengan ukuran anda untuk memberikan kenyamanan dan juga support yang baik untuk payudara anda.

  • Bila anda berencana untuk menyusui anda dapat memulai menggunakan bh untuk menyusui pada akhir kehamilan anda. Pilihlah bh yang ukurannya sesuai dengan payudara anda, memakai bh yang mempunyai ukuran yang tidak sesuai dengan ukuran ayudara dapat menyebabkan infeksi seperti mastitis ( suatu infeksi pada kelenjar susu di payudara).

  • Persiapkan putting susu anda. Dengan lembut putar putting antara telunjuk dan ibu jari anda sekitar 10 detik sewaktu anda mandi. Jika anda mendapatkan kesulitan atau puting susu anda rata atau masuk kedalam, konsultasikan ke dokter anda, sehingga hal ini dapat diatasi dini untuk mencegah kesulitan nantinya.

  • Pada tahap akhir bulan kehamilan, cobalah untuk memijat lembut payudara didaerah yang berwarna gelap (aerola) dan puting susu, anda mungkin akan mengeluarkan beberapa tetes kolustrum (cairan kental bewarna kekuningan dari putting). Untuk membantu membuka saluran susu.

  • Bersihkan payudara dan puting, jangan mengunakan sabun didaerah putting dapat menyebabkan daerah tersebut kering. Gunakan air saja lalu keringkan dengan handuk.

Add comment Juli 1, 2007

Pre eklampsia

Pre eklampsia atau yang sering disebut dengan Toksemia Gravidarum atau keracunan dalam kehamilan, merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada ibu hamil di Indonesia. Gejala yang dapat ditemukan pada penderita pre eklampsia adalah tekanan darah yang meningkat, pembengkakan pada tungkai dan ditemukannya protein dalam air seni. Bila keadaan ini tidak diatasi, maka sang ibu akan jatuh ke dalam keadaan Eklampsia, yang berakibat kejang, suatu kondisi yang dapat membahayakan jiwa ibu maupun janin dalam kandungan.

Peningkatan tekanan darah baik dalam nilai sistolik (nilai atas pengukuran) maupun dalam nilai diastolik (nilai bawah pengukuran), merupakan suatu prediksi penting akan kemungkinan terjadinya suatu komplikasi yang serius dalam pre eklampsia. Tapi nilai sistolik lebih bermakna, karena nilai tekanan sistolik yang sangat tinggi merupakan tanda waspada yang lebih bermakna untuk seorang wanita untuk mengalami stroke dalam pre eklampsia atau menjadi eklampsia, dibanding dengan nilai tekanan diastolik yang sangat tinggi.

Hasil tersebut merupakan hasil penelitian dari para ahli di Amerika Serikat dari analisa riwayat kasus dari 28 orang wanita yang menderita stroke yang berhubungan dengan pre eklampsia atau eklampsia.

Dari 28 wanita tersebut, hanya tiga orang yang mempunyai nilai diatolik yang lebih besar atau sama dengan 110 mmHg sebelum terjadinya stroke. Sedang 23 orang wanita mempunyai tekanan sistolik yang sama atau lebih besar dari 160 mmHg. Seluruh wanita tersebut mempunyai tekanan sistolik yang lebih dari 155 mmHg.

Wanita yang mengalami pre eklampsia berat dan eklampsia dengan tekanan sistolik yang tinggi (lebih tinggi dari 160 mmHg), akan berisiko tinggi untuk mengalami stroke. Oleh karena itu dianjurkan untuk segera mendapat pengobatan dan pengawasan khusus, perawatan intensif dan pengobatan untuk menurunkan tekanan darahnya dalam mencegah terjadinya stroke. Demikian anjuran dari para ahli. Sedang tes deteksi pre eklampsia, baru akan tersedia beberapa tahun lagi.

Sumber: Jurnal Obstetrics & Gynecology

Add comment Juli 1, 2007

MOLA HIDATIDOSA

Mengapa Bisa TerjadiHamil Anggur”?

Hamil angguratau yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai mola hidatidosa adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar. Di dalam rahim tidak ditemukan janin, melainkan jaringan berbentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur yang berisi cairan.

”HAMIL anggursering pula disebut mola komplit (complete mole). Sedangkan apabila disertai janin atau bagian dari janin disebut mola parsialis (partial mole). Bila ada mola disertai janin, kejadiannya ada dua kemungkinan. Pertama, kehamilan kembar, satu janin tumbuh normal dan hasil konsepsi atau pembuahan yang satu lagi menjadi mola hidatidosa. Kedua, hamil tunggal yang berupa mola parsialis.

Gejala dan Kepastian

Pada permulaannya, gejalahamil anggurtidak seberapa berbeda dengan kehamilan biasa, yaitu adanya aktivitas atau tanda-tanda enek, muntah, pusing, dan lain-lain pada ibu. Hanya saja, dalam kasushamil anggurini derajat keluhannya sering lebih hebat.

Selanjutnya, perkembangan lebih pesat, rahim terlalu cepat membesar tidak sesuai dengan umur kehamilan. Perdarahan merupakan gejala utama mola, seperti penderita dengan abortus immineans (keguguran). Biasanya, gejala inilah yang menyebabkan penderita datang ke rumah sakit. Sifat perdarahan bisa intermitte, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Karena perdarahan ini, maka umumnya pasien mola masuk ke dalam keadaan anemia atau kurang darah.

Gejala ini sering pula disertai dengan gejala menyerupai preeklampsia seperti nyeri kepala, gangguan penglihatan dan lain-lain.

Lantas, bagaimana memastikan seseorang sedanghamil angguratau tidak? Adanyahamil anggurharus dicurigai bila ada wanita usia subur dengan amenore (terlambat haid), perdarahan pervaginam, uterus/rahim yang lebih besar dari tuanya kehamilan dan tidak ditemukan tanda kehamilan pasti. Artinya, dari pemeriksaan melalui perabaan tidak ditemukan adanya janin atau bagian tubuh janin dan detak jantung janin pun tidak terdengar.

Untuk memastikanhamil angguratau tidak, gejala-gejala tersebut harus didukung dengan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan terhadap kadar hormon (HCG/Humas Chorionic Gonadotropin) dalam darah dan urin, dimana akan terdapat peninggian kadar hormon tersebut. Bila belum jelas, dapat dilakukan pemeriksaan foto abdomen, biopsi transplasental dan pemeriksaan dengan sonde uterus yang diputar (perasat Hanifa Wikjnjosastro atau Acosta Sisson). Di samping itu, bisa juga dengan cara melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi), dimana kasus ini menunjukkan gambar berupa badai salju (snow flake pattern) atau sarang tawon tanpa disertai adanya janin.

Diagnosis yang paling tepat adalah bila dilihat gelembung mola-nya, baik melalui ekspulsi spontan maupun biopsi pasca perasat Hanifa Wiknjosastro atau Acosta Sisson. Tetapi bila ditunggu sampai gelembung mola keluar biasanya sudah terlambat karena pengeluaran gelembung umumnya disertai perdarahan yang banyak dan keadaan umum pasien menurun. Yang baik ialah bila dapat mendiagnosis sebelum gelembung mola keluar.

Penanganan dan Prognosis

Penangananhamil anggurterdiri dari beberapa tahap sbb.;

1. Memperbaiki keadaan umum penderita seperti pemberian tranfusi darah untuk memperbaiki syok atau anemia yang terjadi.

2. Tindakan mengeluarkan jaringan molaada dua cara yaitu vacum kuretase atau kuret vakum dan histerektomi (pengangkatan rahim). Pengeluaran dengan kuret vakum lebih aman daripada dengan kuret tajam. Untuk histerektomi akan dilakukan pada wanita telah cukup umur (di atas 35 tahun) dan cukup mempunyai anak (anak hidup tiga). Alasan dilakukannya histerektomi adalah karena umur atau dan paritas tinggi merupakan faktor prediksposisi untuk terjadinya keganasan.

3. Apabila penderita dengan kasus ini menolak dilakukan histerektomi, maka dapat dilakukan pemberian terapi profilaksis dengan sitostatika (obat-obat antikanker), untuk menghindari terjadinya keganasan dengan metastase (menyebar).

4. Pemeriksaan tindak lanjut.

Lalu, kapan penderita mola dapat dianggap sehat kembali? Sampai sekarang belum ada kesepakatan. Ada yang menyatakan apabila kadar hormon HCG dan kali berturut-turut normal. Tetapi ada pula yang menyebutkan bila sudah melahirkan anak yang normal. Setelah dikuret, minimal satu sampai dua tahun pertama penderita harus terus dievaluasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan setelah mola hidatidosa. Caranya, dengan melakukan pemeriksaan ginekologi, kadar HCG dan radiologik secara berkala.

Dengan pemantauan ini, kemungkinan terjadinya mola ganas dapat terdeteksi lebih dini sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih awal dengan hasil yang memuaskan. Hal ini karena sifat mola yang menyerupai penyakit kanker, yang bisa menyebar sampai ke paru-paru, otak dan sumsum tulang belakang. Selama pemantauan pasien dianjurkan untuk tidak hamil yaitu dengan menggunakan kontrasepsi hormonal jika masih ingin anak atau tubektomi jika ingin menghentikan fertilitas.

Terus, bagaimana prognosis penyakit ini? Kematian pada mola hidatidosa disebabkan perdarahan, infeksi, eklampsia, payah jantung (tirotoksikosis). Di negara maju, kematian karena kasus ini hampir tidak ada lagi, namun di negara berkembang masih cukup tinggi yaitu berkisar antara 2,2% – 5,7%. Sebagian besar penderita akan sehat kembali setelah jaringan mola dikeluarkan. Namun, dalam sejumlah kasus pada penderita, penyakit ini dapat beralih ke arah keganasan yang dalam istilah kedokteran disebut korikoarsinoma. Terjadinya proses keganasan paling terbanyak terjadi pada enam bulan pertama pasca-mola. Terdapat juga kemungkinan adanya mola yang berulang, tetapi kasus ini jarang terjadi.

Untuk menentukan kapan kembalinya fungsi reproduksi setelah mola sebetulnya agak sukar, karena saat pemantauan pasca-mola penderita diharuskan memakai kontrasepsi. Tetapi secara umum dikatakan bahwa kemampuan reproduksi pasca-mola tidak banyak berbeda dari kehamilan lainnya. Anak-anak yang dilahirkan setelah mola hidatidosa ternyata umumnya normal.

* dr. km. alit widnyana

Add comment Juli 1, 2007

  • Kategori

  •  

    Juli 2007
    S S R K J S M
    « Jun    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Komentar Terakhir

    Mr WordPress di Hello world!
  •